3.1.
Sistem Informasi
Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan
yang saling berkaitan dan susunan prosedur yang saling berhubungan, yang
melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama suatu organisasi. Infomasi
adalah data yang telah diproses/diolah sehingga memiliki arti atau manfaat yang
berguna.
Informasi pun memunyai umur, yang dimaksud umur di
sini adalah kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi
penggunanya. Adanya acuan pada titik waktu tertentu dan pernyataan suatu
perubahan pada suatu waktu.
Kualitas
Informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
1)
Akurat, berarti informasi harus bebas dari
kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti
informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2)
Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang
pada penerima tidak boleh terlambat.
3)
Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat
untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang
lainnya berbeda.
Dari 3 hal tersebut maka akan di dapatkan sebuah nilai
dari informasi tersebut. Nilai informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat
dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya
lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
Sistem informasi adalah kumpulan informasi di dalam
sebuah basis data menggunakan model dan media teknologi informasi digunakan di
dalam pengambilan keputusan bisnis sebuah organisasi. Di dalam suatu
organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting di dalam mendukung proses
pengambilan keputusan oleh pihak manajemen. Sistem ini memanfaatkan perangkat
keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis
data.
3.2.
Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari
komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari
komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen
hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua
komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu
kesatuan untuk mencapai sasaran.
1) Komponen
input
Input mewakili data yang masuk kedalam
sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data
yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.
2) Komponen
model
Komponen ini terdiri dari kombinasi
prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan
data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk
menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3) Komponen
output
Hasil dari sistem informasi adalah
keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua pemakai sistem.
4) Komponen
teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam
sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan
membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5) Komponen
hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu
media penyimpanan vital bagi sistem informasi.Yang berfungsi sebagai tempat
untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan
informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6) Komponen
software
Software berfungsi sebagai tempat untuk
mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan
suatu informasi.
7) Komponen
basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan
data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di
pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database
Management System).
8) Komponen
kontrol
Banyak hal yang
dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air,
debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak
efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang
dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat
dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
3.3.
Jenis Sistem Informasi
1)
Sistem Informasi Akutansi : Sistem
informasi yang menyajikan informasi yang dipakai oleh dipakai fungsi
akutansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan
di sebuah perusahaan atau organisasi.
2)
Sistem Informasi Manufaktur : Sistem
informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung
manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk
atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
3)
Sistem Informasi SDM : Sistem
informasi yang digunakan oleh perusahaan khususnya di bagian personalia.
4)
Sistem Informasi Keuangan : Sistem
informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut
keuangan perusahaan.
5)
Sistem Informasi Pemasaran : Sistem
Informasi yang menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh fungsi pemasaran.
Sebenarnya masih banyak lagi macam sistem
informasi yang telah diterapkan di berbagai perusahaan demi menunjang
efektifitas dan efisiensi jalannya proses bisnis yang ada. Kelima sistem
informasi diatas adalah yang dianggap paling sering atau sangat umu terdapat di
sebuah perusahaan.
3.4. Peran utama SI
Ø Mendukung
Operasi Bisnis . Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran
pesanan pelanggan, sistim informasi menyediakan dukungan bagi manajemen
dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat
menjadi penting, maka kemampuan Sistim Informasi untuk dapat
mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi keberbagai fungsi
bisnis menjadi kritis/penting .
Ø Mendukung
Pengambilan Keputusan Managerial. Sistim informasi dapat
mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan
menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu
para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi
hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu
para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih
bermakna.
Ø Mendukung
Keunggulan Strategis. Sistim informasi yang dirancang untuk
membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan dapat men-ciptakan
keunggulan bersaing di pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar